Begitu Susahkah Mengatakan Kebenaran??
Sejak beberapa hari yang lalu (bahkan sejak beberapa bulan yang lalu-red) kita dihadapkan dan diperlihatkan kabar dari gedung dewan yang terhormat yang sedang menggelar rapat untuk menguak sebuah “kebenaran”, yang mungkin sudah awam ditelinga dan ucapan mereka.
Oke lah, kita tidak akan terjebak ataupun terhanyut dengan dagelan yang sedang mereka pertontonkan di depan seluruh rakyat Indonesia. Namun yang ingin penulis utarakan disini adalah mencoba mengurai dan mencari makna dari sebuah kebenaran. Tidak bisa kita pungkiri kebenaran sangat erat kaitannya dengan kejujuran. Sebuah kebenaran pasti terlontar dari pribadi yang jujur, sedangkan kejujuran pasti mengatakan arti sebuah kebenaran walaupun terkadang itu pahit. Sebuah kebenaran adalah sebuah kata yang mencerminkan arti bahwa hal itu selalu sejalan dengan hati nurani dan diyakini (mutlak) oleh semua orang (yang mendasarkan pada hati nuraninya tentunya). Tak bisa dihindari setiap manusia diciptakan mempunyai sisi hati nurani yang paling mendasar, entah itu orang jahat maupun orang baik pasti mempunyai sisi hati nurani ini. Hati nurani inilah yang selalu bertolak belakang jikalau lisan ataupun perbuatan sesorang menyimpang.
Banyak upaya yang dilakukan manusia untuk mengebiri arti kebenaran, baik dengan membuat opini yang mendukungnya, membuat peraturan, teror sampai tipu muslihat yang kesemuanya itu bermuara pada satu tujuan yakni tujuan duniawi atau hanya memperturutkan nafsu syahwat semata, entah itu untuk mengincar jabatan, melanggengkan kekuasaan, ataupun meloloskan tujuan/kebijakan. Sejarah telah mencacat bahwa banyak upaya duniawi yang ditempuh dengan mengesampingkan arti kebenaran, dan pada detik ini pun kita masih dihadapkan pada upaya-upaya semacam itu.
Lalu begitu susahkan mencari kebenaran di negeri ini? sehingga untuk mengatakannya saja harus diperlukan waktu yang sangat lama, butuh waktu berpikir, sampai-sampai kebenaran ditentukan oleh prinsip teman atau lawan seperti yang dilakukan para anggota dewan kita yang terhormat saat ini. Hanya dua kunci yang bisa menjawabnya..Menjadi pribadi yang jujur dan berorientasi pada hati nurani..Insya Alloh.







Salam kenal,kalau orang Jawa mengatakan/istilahnya “mundur isin” padahal memang sudah jelas memalukan.Seluruh penduduk negri ini
sudah tahu siapa yg salah.Optimis kebenaran pasti menang,lihat saja nanti.Kebenaran pasti mendapat ridho Allah.
Sebenarnya bukan susah untuk mengatakan kebenaran, jikalau ditanya dari lubuk hati yang paling dalam kepada masing-masing anggota dewan yang terhormat mereka pasti sudah tahu jawabanya.Namun itu semua kalah oleh yang namanya kepentingan, untung rugi, dan segala macam tetek bengek alasan lainya.Mereka saat kampanye dengan lantangnya bicara atas nama rakyat, untuk rakyat, namun saat mereka telah menikmati dinginya ruang kerja dan ruang sidang, fasilitas yang diterima mereka lupa dengan apa yang dijanjikan di awal kepada pemilihnya.Mungkin hal ini yang akhirnya dibilang “Begitu Susahkah Mengatakan Kebenaran?” Padahal suatu saat nanti, jikalau tiba masanya dimana mulut dikunci, semua tingkah laku perbuatan kita akan di buka recordnya oleh Yang Maha Kuasa dimana kita tidak bisa mengelak dari semuan perbuatan yang pernah kita lakukan. Mudah-mudahan para anggota dewan yang terhormat ingat akan hal itu.