Sebuah Mimpi Tentang Pendidikan

semangat tuk belajar

semangat tuk belajar

Pendidikan adalah salah satu pilar kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa. Negara yang maju dimulai dengan perbaikan dalam sistem pendidikannya. Banyak komponen yang berperan dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah kebijakan pemerintah. Di Indonesia, masalah pendidikan telah diatur dalam UUD 45 pasal 31 ayat 1 yang menerangkan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”, disini jelas tertulis yang berhak mendapat pendidikan adalah setiap warga negara tanpa terkecuali, baik miskin maupun kaya. Kemudian di ayat 2 disebutkan “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”, lagi-lagi disini dipertegas bahwa pendidikan dasar (dalam hal ini sembilan tahun) wajib hukumnya untuk setiap warga negara dan itu gratis. Namun apa yang tertulis dalam UUD 45 itu jauh dari kenyataan, masih banyak generasi bangsa ini yang tidak bisa merasakan nikmatnya dunia pendidikan walaupun hanya pendidikan dasar, dan alasannya pun klise, kemiskinan.

pendidikan untuk semua?

pendidikan untuk semua?

sumbangan untuk anak bangsa

sumbangan untuk anak bangsa

Banyak anak-anak usia sekolah yang terlantar dan sibuk mencari uang (dan banyak yang memang sengaja diberdayakan untuk mencari uang) menjadi pengasong, pengamen dan pengemis. Tentu hal ini membuat miris kita sebagai sebuah bangsa, jikalau generasi muda kita sekarang banyak yang tidak berpendidikan, bagaimana nasib bangsa ini dimasa depan?. Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini harusnya segera bertindak, kalau tidak hal ini akan menciptakan bom waktu dikemudian hari dikarenakan setiap anak bangsa yang tidak pernah mengenyam dunia pendidikan (sebagian besar) akan menambah masalah-masalah sosial baru dinegeri ini. Kalau hanya masalah kemiskinan yang menjadi batu sandungan untuk setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan, bukankah hal itu telah pula diatur dalam UUD 45 pasal 34 yang menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Terus kalau begitu dimana keberpihakan pemerintah terhadap setiap warga negaranya?…

~ oleh yesiamhafidz pada 15 Maret 2009.

4 Tanggapan to “Sebuah Mimpi Tentang Pendidikan”

  1. memang ini menjadi keprihatinan kita bersama kang…
    anak bangsa yang seharusnya sekolah justru berkeliaran dijalanan,
    namun apa daya kita coba?

    PSC : Ya kita bantu, anak-anak yang berkeliaran suruh pulang trus sekolah…

  2. iya ihh… dulu aja thn 80-90 org2 malay datang ke Ina utk belajar, eh skrg malah jd terbalik.. anehnya ???

  3. benar mas…. kalau mentalitas masyarakat sudah terlanjur rusak, akan susah untuk memperbaikinya. atau jangan-jangan ada konspirasi tingkat tinggi yang ingin menghancurkan mentalitas bangsa kita? hehehe…. oalah nasib…nasib bangsa kita….

  4. Sedih jika melihat dunia pendidikan Indonesia. Mau berkata dari mana susah. Semua beralasan karena faktor ekonomi anak-anak itu akhirnya turun kejalan mencari sesuap nasi untuk membantu orang tuanya.Sementara jika kita melihat berita di koran, televisi dan lain sebagainya dengan mudahnya dana-dana yang jumlahnya susah disebutkan tetapi dengan gampangnya mengalir untuk urusan yang tidak jelas.Tapi… jika untuk pendidikan????

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.