Janji itu? A.Hutang B.Palsu C.Bohong D.Semua benar…
Kepada semua calon wakil rakyat dan calon pemimpin bangsa…ingatlah akan janjimu. Musim kampanye akan segera berakhir dan pemilu legislatif akan segera berlangsung. Wajah-wajah manis, wajah-wajah genit, wajah-wajah narsis yang setiap hari kita lihat terpampang di baliho, spanduk dan banner disepanjang jalan akan segera kadaluarsa dan mungkin hanya akan segera berfungsi sebagai tutup lapak ataupun serbet meja.

ingat!..hanya untuk bayar utang..
Segudang celoteh, pesan dan janji yang terpampang mengikuti wajah sang “aktor” pun akan segera ditunggu realisasinya, jangan sampai janji-janji manis tersebut hanya sebagai penyedap, sebagai pengharum dan sebagai pembersih dari karakter dan watak asli pemiliknya. Semoga saja dengan kurun waktu lima tahun adalah kurun waktu yang cukup untuk mengabdi sebaik-baiknya demi kemajuan dan kebaikan rakyat yang terwakilinya. Jangan sampai prinsip edan Wiro Sableng “212″ menjadi patokan dalam berkarya…Dua tahun masa jabatan untuk mengembalikan modal, Satu tahun masa jabatan untuk tabungan masa depan, dan Dua tahun masa jabatan terakhir untuk memupuk modal bagi kepentingan pencalonan lima tahun berikutnya.






Janji itu adalah BELUM tentu KENYATAAN
orang advertising kalau liat materi kampanye begini jadi sedih atau seneng ya?
PSC : yaaa, seneng mas..kan yang penting duitnya…