Sopan-santun itu…ah bodo amat!

Hari ini PSC pengin sewot sedikit dengan kejadian yang PSC lihat kemarin yang selalu menggelayuti pikiran…

Selasa, 3 Februari 2009 pukul 20.30 lokasi RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat. Sepulang kerja setelah dibuat macet berjam-jam disepanjang jalan dari Blok M sampai Bekasi akhirnya sampai juga di tanah tempat berdirinya rumah kontrakan tercinta, Bekasi. Malam itu PSC tidak langsung pulang karena harus mengantar istri berobat ke dokter gigi langganannya yang katanya cuakep..cuakep..cuakep. Dokter itu berpraktek di RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat, makanya PSC langsung meluncur kesana karena istri sudah berada di lokasi langsung setelah sepulang kerja. Waktu berlalu, detik demi detik, nomor urut demi nomor urut, kebetulan istri dapat nomor urut 14 (ini kejadian yang untuk yang kesekian kali setiap periksa dokter gigi mendapat nomor yang sama…tapi maaf jangan dihubungkan dengan nomor angker). PSC memilih tempat duduk yang hanya cukup untuk berdua saja-biar terasa lebih romantis,red-dengan diapit oleh bak sampah dan selasar. Duduk seorang Ibu tua berjilbab didepan PSC sedang asyik melihat acara TV dengan ditemani beberapa pasien lain dan dua buah kursi tunggu yang lagi kosong. Sesaat karena terbuai oleh rasa lelah, capek, ngantuk yang bercampur aduk, PSC agak sedikit menyandarkan badan pada tong sampah disamping PSC..namun itu tidak berlangsung lama karena PSC dibuat kaget oleh sepasang muda-mudi yang menurut feeling PSC masih sebatas pacaran (satu cewek dengan membawa satu amplop dan satu cowok berjaket dengan tas ransel tersandang dibelakang), lewat dengan menendang kaki ibu tua didepan PSC yang membuat sandal sang ibu terlepas. Tapi, tidak hanya berhenti disitu, belum sempat berkomentar, sang ibu sudah dibuat bete untuk kedua kali karena muda-mudi itu mengambil tempat duduk tepat disamping ibu tua itu dengan gaya yang sok cuek dan dan lagi-lagi ibu tua jadi korban karena tas ransel sang cowok tepat menghardik wajah sang ibu. Sesaat kami (PSC dan sang ibu) sempat bertatapan dengan penuh rasa tanya..benarkah? seolah-olah dibuat tidak percaya dengan kejadian itu. Tidak ada secuil kata maaf ataupun ekspresi bersalah dari kedua orang itu…sang ibu hanya bisa terdiam dan beranjak pergi meninggalkan tempat duduknya mencari tempat lain yang masih kosong. PSC hanya terdiam, DIMANAKAH SOPAN-SANTUN ITU? mungkin lagi hanyut terbawa derasnya banjir ibukota…

(tambahan; pas nulis istri ikut baca trus ikut urun rembug deh…ternyata tu cowok sudah resek sejak awal pendaftaran dan bahkan sempat kena damprat istri karena nyelonong pas antre pendaftaran)

~ oleh yesiamhafidz pada 4 Februari 2009.

2 Tanggapan to “Sopan-santun itu…ah bodo amat!”

  1. fidz…. tgl itukan aku nebeng motormu ya…:-))
    btw kalau ketemu sama orang yang gak sopan mending dibentak aja kali fidz….sekarang emang anak muda tuh agak-agak terkikis sopan santunnya….terlalu individualis…

    salam buat Leli ya…

  2. hey, lam kenal juga…iya nih aq juga pernah ngalami hal yang sama, emang sih sekarang ini jarang banget lo ada anak muda yang sopan terutama dari kota2 besar….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.